Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 03 Februari 2014

POTRET SISI JALAN MINGGU KE 13

Tahun berganti, Menhub masih mengeluh minim ahli transportasi



Tahun sudah berganti, namun Menteri PerhubunganEE Mangindaan masih saja mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia di tengah kemajuan transportasi di Tanah Air.
"Pengembangan SDM masih kurang dan kita harus membangun sektoral. Karena kita kekurangan pilot, perwira laut. Transportasi terus maju sedangkan SDM masih mengejar dari belakang," ucapnya saat acara silaturahmi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (2/1).
Untuk mengatasi itu, lanjutnya, kemenhub terus mengembangkan sarana pendidikan untuk menciptakan tenaga ahli transportasi yang handal. Beberapa sekolah sudah didirikan beberapa tempat.
"Seperti di Padang sekolah aparatur perhubungan, Ciwidey ada juga. Dan sebentar lagi kita resmikan sekolah akademik perkeretaapian Madiun, Pontianak, Banyuwangi, Minahasa Selatan."
Acara silaturahmi awal tahun tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Pelindo II R.J Lino, Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo, Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Asep Eka Nugraha.

Ini merupakan kesempatan yang harus dimaksimalkan dengan sebaik mungkin karena pertumbuhan dan perkembangan teknologi tidak bisa di pungkiri lagi,dan tidak bisa di hambat laju pertumbuhannya ,oleh karena itu hal yang harus segera dipersiapkan dan dibangun adalah sumberdaya manusia yang berkompeten dan ahli di bidangnya.

Keberadaan sekolah yang ada dibawah naungan dinas perhubungan tentu akan memiliki konstribusi yang baik bila bersaing di dunia transportasi karena memiliki bekal ilmu tentang transportasi yang lebih.

Ini adalah hal yang harus terus dikembangkan karena kebutuhan SDM yang berkualitas harus segera di hadirkan sejalan dengan pertumbuhan teknologi yang sangat cepat.

Berikut adalah daftar Sekolah Yang Ada di Bawah Naungan Departemen Perhubungan :

Kementerian Perhubungan

·         Sekolah Tinggi Transportasi Darat Bekasi, Jawa Barat
·         Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, Jakarta, DKI Jakarta
·         Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, Curug, Jawa Barat
·         Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Medan, Medan, Sumatera Utara
·         Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Surabaya, Surabaya, Jawa Timur
·         Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan
·         Akademi Perkeretaapian, Madiun, Jawa Timur
·         Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran Tangerang, Banten
·         Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Sulawesi Selatan
·         Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Jawa Tengah
·         Politeknik Pelayaran Surabaya, Jawa Timur
·         Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ/Poltran) Tegal, Jawa Tengah

Dari Daftar sekolah yang ada di atas Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ/Poltran) Tegal, Jawa Tengah adalah sekolah yang khusus mendidik mahasiswanya di bidang keselamatan transportasi jalan .
Pendidikan yang khusus mempelajari tentang keselamatan ,inspeksi kecelakaan dan pencegahan dini sebelum terjadinya kecelakaan,Ini adalah Ilmu yang belum pernah ada dan hanya ada di POLTRAN TEGAL ..

Satu-satunya sekolah keselamatan yang ada di Asia Tenggara dan menjadi tolak ukur dalam memperbaiki sistem transportasi khususnya di Indonesia agar lebih berkeselamatan dan lebih ber-Estetika.

Lulusan POLTRAN akan menjadi SDM yang ahli di bidang Transportasi dan Satu satunya sekolah keselamatan yang ada di Asia Tenggara ,serta menjadi kebanggaan dan pengubah sistem transportasi menjadi yang lebih baik di masa depan.

TERIMA KASIH



Senin, 13 Januari 2014

POTRET SISI JALAN MINGGU KE 12

LIPI Buat Marka Jalan Berbahan Karet dan Lebih Efektif

Satu lagi inovasi dari para peneliti di Indonesia



LIPI Buat Marka Jalan Berbahan Karet (BULAN NOVEMBER 2011)


Untuk memberi nilai tambah bagi produksi karet lokal, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan karet alam sebagai komponen penyusun marka jalan.

KEUNGGULAN:
·        Bahan baru ini lebih awet dan ramah lingkungan ketimbang material yang saat ini digunakan.
·        Lebih Murah serta mudah dalam perawatan
·        Tidak menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan dan merusak lingkungan.

Indonesia adalah negara penghasil karet alam terbesar kedua di dunia. Namun sebagian besar ekspor material ini diimpor ke luar negeri sebagai bahan baku. Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia LIPI, Athanasia Amanda Septevani, mengembangkan inovasi itu dengan memanfaatkan bahan baku karet alam dari petani.

Di laboratorium, ia memecahkan ikatan rangkap yang ada pada karet dan mencangkokkannya dengan molekul lain untuk mencegah pembentukan ikatan rangkap. Material ini dicampur dengan zat lain, termasuk pewarna, seperti putih, merah, dan kuning, sesuai dengan keperluan.



"Marka jalan buatan kami mengandung 20 persen karet alam," ujar Athanasia kepada Tempo di Gedung Bidakara, Jakarta.

Pada saat ini marka jalan umumnya terbuat dari resin kimia yang disebut methyl methacrylat (MMA). Bahan ini merupakan olahan dari minyak bumi yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Penggunaan MMA sendiri mulai dikurangi di dunia internasional.



Dibandingkan dengan MMA, marka jalan berbahan karet bersifat ramah lingkungan.

Marka dari karet ini juga dapat mencengkeram aspal lebih kuat lantaran sifat alamiah karet. Pengujian tekanan menunjukkan material asli Indonesia ini lebih tahan terhadap keretakan. "Marka jalan berbahan kimia sangat mudah patah atau retak,"

Selama dua tahun penelitian, Athanasia mampu menghasilkan material berkualitas menengah, jauh lebih baik daripada sebagian besar marka jalan di Indonesia, yang masih berkualitas rendah.

Dari segi harga, marka jalan buatan LIPI sangat kompetitif. Jika dilepas ke pasar, material ini dibanderol seharga Rp 28 ribu per kilogram. Harga ini jauh lebih hemat dibanding marka jalan kimia yang umumnya berharga setidaknya Rp 30 ribu per kilogram.

Selain kebutuhan pasar yang amat menjanjikan, pasokan bahan baku tak akan kekurangan. Produksi tahunan karet alam Indonesia mencapai 2,7 juta ton. Dari jumlah ini, 15 persen diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti ban, lateks, dan produk alas kaki. Sedangkan 85 persennya diekspor ke luar negeri sebagai bahan mentah yang belum diolah. Karet tak bernilai tambah inilah yang dibidik LIPI sebagai bahan baku pembuatan marka jalan.

Tahun depan, LIPI masih berupaya meningkatkan kualitas material ini agar bisa menyamai marka jalan berbahan MMA berkualitas nomor wahid. Beberapa perusahaan sudah berkomitmen memproduksi material yang sedang dalam proses pengurusan hak pateni

Jika produksi massal sudah dilakukan, LIPI berharap produk ini segera dipakai perusahaan pembangunan jalan raya untuk membuat separator jalan raya, area parkir, zebra cross, dan penunjuk arah.

 Ini adalah bukti kreatifitas yang bisa digunakan sebagai produk yang baru dan memiliki nilai efektifitas yang lebih dalam penggunaannya meliputi lebih ramah lingkungan ,lebuh murah dan lebih memanfaatkan hasil alam yang ada sehingga tentu akan dapat membantu perekonomian petani karet tidak hanya di ekspor keluar negeri sebagai bahan baku disana juga bisa diolah disini menjadi bahan yang memiliki nilai guna yang baik.

TERIMA KASIH SEMOGA BERMANFAAT



Rabu, 01 Januari 2014

POTRET SISI JALAN MINGGU KE -11

Kurangi macet, DKI Jakarta beli 656 bus pada Januari 2014



- DKI Jakarta berencana mendatangkan 656 bus Januari mendatang. Tujuannya, tak lain, untuk mengurangi kemacetan akut di ibu kota dan sekitarnya.
"Mengurangi penggunaan mobil dan motor pribadi yang menjadi penyebab kemacetan," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono saat Seminar Nasional Mobil Murah dan Kemacetan Jakarta, di Jakarta, Sabtu (21/12).
Dia menjelaskan, 656 bus itu terdiri dari Trans-Jakarta dan bus sedang yang bakal dioperasikan sebagai Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) serta Kopaja. Tahun ini, Pemprov menyiapkan 310 Trans-Jakarta baru dan 346 bus medium.
"Kami ingin kembali meningkatkan para pengguna sarana transportasi umum."
Menurut Udar, pengguna transportasi umum di Jakarta sudah menurun sejak 22 tahun silam. Pada 1991, sebanyak 74 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan umum. Itu terus turun, hingga pada 2012 hanya tinggal 12 persen.
"Apakah kita kan membiarkan angka itu merosot terus? Tidak. Kalau kita memihak kendaraan pribadi jalanan akan tertutup kendaraan," ungkapnya.
Data Dinas Perhubungan DKI menyebutkan, pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi sangat pesat. Sialnya, itu tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan yang hanya sebesar 0,1 persen per tahun.
"Tahun 2010 jumlah kendaraan 2,7 juta, sehingga nanti diperkirakan tahun 2014 akan 3 juta. Bagaimana menurunkan angka itu, dengan memancing rekan-rekan Jakarta naik angkutan masal."

 SARAN :
PENAMBAHAN ANGKUTAN UMUM MERUPAKAN SUATU SOLUSI MENGATASI MACET ,TERUTAMA KEMACETAN YANG ADA DI JAKARTA SEKARANG INI ,DENGAN HANYA PENYULUHAN UNTUK MENGGUNAKAN ANGKUTAN UMUM TIDAK AKAN DAPAT MENGATASI KEMACETAN KARENA MASIH ADANYA ORANG YANG LEBIH MEMILIH MENGGUNAKAN KENDARAAN PRIBADI.

DENGAN PENAMBAHAN MODA TRANSPORTASI UMUM INI DIHARAPKAN KETERTARIKAN MASYARAKAT DAPAT BERPINDAH MENGGUNAKAN TRANSPORTASI PUBLIK AGAR BERSAMA-SAMA DAPAT MENGURANGI KEMACETAN KARENA SEKARANG INI JUMLAH KENDARAAN PRIBADI YANG SANGAT BANYAK.


MEREKA HARUS DIPAKSA UNTUK BERPINDAH MENGGUNAKAN ANGKUTAN UMUM DAN MEMPERSULIT PENGGUNAAN KENDARAAN PRIBADI,SELAIN ITU HARUS DIIMBANGI DENGAN FASILITAS KENDARAAN UMUM YANG MEMADAHI, NYAMAN, TEPAT WAKTU DAN MEMENTINGKAN UNSUR KESELAMATAN (be safety).

                                                                                Terima kasih


Sumber : Merdeka.com

Sabtu, 14 Desember 2013

POTRET SISI JALAN MINGGU KE -10

Mobil listrik pengganti Bajaj diproduksi di Banyuwangi

Produsen teknologi ramah lingkungan yang berbasis di Swedia, Clean Motion, akan mulai memproduksi kendaraan roda tiga bertenaga listrik yang diproyeksikan sebagai pengganti bajaj di ibukota Jakarta. Kendaraan bermerek ZBee itu akan diproduksi di Banyuwangi, Jawa Timur, mulai Agustus 2013.

"Selasa malam (11/6/2013) kami sudah bertemu dengan CEO Clean Motion dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia di Jakarta. Ada kepastian akan berproduksi mulai Agustus di Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas lewat siaran pers yang diterima merdeka.com, Rabu (12/6).

Menurut Anas, Clean Motion sebagai produsen ZBee akan menggandeng industri manufaktur lokal di Banyuwangi, yaitu PT Lundin Industry Invest. Dalam website resminya, Clean Motion menyebut potensi pasar kendaraan jenis ini di Indonesia mencapai 100.000 unit per tahun. 

Produksi ini antara lain untuk memenuhi kebutuhan peremajaan bajaj yang sedang digiatkan Pemprov DKI Jakarta. ZBee mempunyai efisiensi energi yang besar, sehingga bisa mengurangi emisi karbondioksida. Kendaraan ini diklaim sebagai solusi atas kemacetan di kota-kota besar yang semakin meningkat.

ZBee berdimensi panjang 2.400 milimeter, lebar 1.250 milimeter, dan tinggi 1.500 milimeter. Beratnya 230 kilogram dengan sabuk pengaman di tiga titik. Kendaraan bebas polusi udara ini menyimpan daya di baterai Li-Ion. Untuk menempuh 100 kilometer, ZBee memerlukan listrik 4 kWh. 

Baterai ZBee dapat diisi penuh kurang dari satu jam. Tidak diperlukan infrastruktur khusus untuk pengisian baterai listrik sebagaimana mobil listrik berkapasitas berat. Semua kebutuhan pengisian baterai bisa didapatkan di toko-toko biasa. Kendaraan ini mampu menempuh jarak 50 kilometer sebelum harus diisi kembali dayanya. Kecepatan mobil ini mencapai 45 kilometer per jam.

Anas berharap, investasi perusahaan Swedia dalam pembuatan mobil ZBee dengan menggandeng mitra lokal di Banyuwangi akan mempunyai dampak seperti bola salju yang terus menggelinding dan membesar, yaitu dengan menggaet jaringan bisnis Swedia lainnya untuk masuk ke Banyuwangi. 

Apalagi, kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Swedia akhir Mei lalu telah menghasilkan komitmen dari sejumlah perusahaan besar di sana untuk berinvestasi di Indonesia. "Kami yakin jaringan bisnis Swedia bisa semakin melirik Banyuwangi setelah ZBee diproduksi di kota kami," ujar Anas.

Anas menyambut antusias rencana investasi Swedia tersebut. Swedia adalah negara yang menduduki peringkat ke-8 dalam Innovation Capacity Index (Indeks Kapasitas Inovasi) dunia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Swedia tercatat di posisi 10 besar dunia. 

Sejumlah penemuan seperti GPS, sabuk pengaman tiga titik, atau cardiac pacemaker (penunjang medis untuk kesehatan jantung) adalah inovasi dari Swedia. "Inovasi adalah kunci dari daya saing. Karena itu, masuknya Swedia dengan memproduksi ZBee di Banyuwangi bisa menjadi impuls untuk tumbuh-kembangnya budaya dan tradisi inovasi agar daya saing ekonomi daerah terus meningkat," jelas Anas.

Investasi di Banyuwangi sudah semakin meningkat ditunjang dengan keberadaan infrastruktur yang memadai. Telah ada penerbangan rutin tiap hari di Bandara Blimbingsari Banyuwangi.

Selain itu, ada Pelabuhan Tanjungwangi yang akan memudahkan mobilitas pengiriman barang dari dan ke Banyuwangi. Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi bisa menjadi tumpuan di kawasan timur Pulau Jawa di tengah kondisi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang sudah kelebihan kapasitas.


Dari uraian di atas dapat kita lihat perkembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan ,produksi mobil Zbee ini akan memiliki banyak ke-efektifitas energi dan tentu tidak akan memiliki efek untuk merusak lingkungan serta akan memajukan transportasi terutama di daerah banyuwangi.

Sabtu, 07 Desember 2013

POTRET SISI JALAN MINGGU KE 9

Di Mali, taksi "bobrok" masih jadi primadona warga

Walau kondisinya sudah tak layak, mobil keluaran 1968 ini masih menjadi alat transportasi andalan bagi warga Mali







INI ADALAH CERMINAN TRANSPORTASI PUBLIK YANG DISISI LAIN TIDAK TERBAYANGKAN MASIH ADA,KITA PATUT BANGGA DAN BERSYUKUR IN TIDAK TERJADI DI INDONESIA.
MAKA DARI ITU MARI KITA RAWAT TRANSPORTASI PUBLIK KITA DAN JADIKAN TRANSPORTASI KITA LEBIH BERKSELAMATAN DAN BERESTETIKA..

SEMANGAT !!

Sabtu, 30 November 2013

POTRET SISI JALAN MINGGU KE-8

Dalam 4 hari 1.299 pengendara langgar masuk jalur Transjakarta

-

 Pemberlakuan denda maksimal terhadap pengendara yang nekat menerobos jalur Bus Transjakarta sudah diterapkan selama empat hari terhitung mulai Senin (25/11) hingga Kamis (28/11) kemarin. Kendati telah diancam dengan denda yang cukup tinggi, faktanya masih ada saja pengendara yang melanggar, bahkan dari hari ke hari jumlahnya meningkat.

Kasubdit BinGakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono mencatat ada ribuan pengendara yang melanggar dalam empat hari.

"Ada 1.299 jumlah pelanggar di wilayah Jakarta dan yang paling banyak melanggar adalah wilayah Jakarta Timur," ujar Hindarsono dalam pesan singkatnya, Jumat (29/11).

Hindarsono menjelaskan, di hari pertama pemberlakuan denda maksimal, yakni Senin, (25/11) lalu tercatat 254 pelanggar di jalur Transjakarta. Dari jumlah itu 217 kendaraan roda dua, 22 kendaraan roda empat, dan 14 angkutan umum, serta satu angkutan barang.

Sedangkan untuk Selasa (26/11), ada 268 pelanggar dari 197 kendaraan roda dua, 45 kendaraan roda empat, angkutan umum sebanyak 24, serta dua angkutan barang.

"Hari Rabu 27 November 2013, pelanggar kendaraan bermotor berjumlah 269, kendaraan mobil 59, angkutan umum 20, dan angkutan barang meningkat, sebanyak enam pelanggar. Jumlah total di hari tersebut ada 354," lanjut Hindarsono.

Kemudian, pada Kamis (28/11) kemarin tercatat sebanyak 423 pelanggar yang terdiri dari 331 kendaraan roda dua, 72 kendaraan roda empat, dan 16 angkutan umum, serta empat angkutan barang.

Hindarsono menambahkan, para pengendara yang nekat menerobos jalur Bus Transjakarta tersebut akan langsung diberikan slip berwarna biru, kemudian SIM dan STNK mereka disita. Surat-surat tersebut dapat diambil usai mereka menghadap hakim di persidangan di wilayah Pengadilan Negeri tempat mereka ditilang.

Untuk pertama kali, persidangan denda maksimal akan dilakukan hari INI, Jumat 29 November 2013.

Sumber :merdeka.com

Kamis, 14 November 2013

POTRET SISI JALAN MINGGU KE-7

Denda Rp 1 juta masuk jalur busway bisa jadi lahan korupsi baru

- Banyaknya pelanggaran yang terjadi di jalur Trans Jakarta atau busway nampaknya membuat pemerintah dan petugas kewalahan. Untuk antisipasi ini, kepolisian mengeluarkan wacana mendenda penerobos jalur busway sebesar Rp 1 juta untuk mobil dan Rp 500 ribu untuk motor.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai kebijakan ini harus sangat hati hati menjalankannya. Jika tidak maka nanti hanya akan menjadi lahan korupsi baru polisi maupun pejabat terkait.
"Yang jelas denda apapun punya dasar hukum khawatirnya banyak yang nuntut. Jangan sampai uang denda ternyata masuk kantong. Ternyata bahan masukan oknum polisi. jangan sampai seperti itu," kata Djoko ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Sabtu (26/10).
Djoko menegaskan harus diperjelas dari wacana cara pembayaran denda. Djoko menyangsikan karena saat ini masih banyak ditemukan polisi yang korupsi dan mencari pendapatan tambahan ketika bertugas.
"Polisi masih banyak yang mau disuap. Polisi belum tegas kan sekarang sudah ada aturannya itu melanggar aturan tapi masih banyak yang melanggar," tegasnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendukung langkah kepolisian yang mendenda penerobos jalur busway sebesar Rp 1 juta. Dengan denda besar itu, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelanggar.
"Itu sih enggak masalah. Yang penting bukan soal uangnya. Yang penting bagaimana ada efek jera orang-orang tidak lakukan lagi," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (25/10).
Mantan bupati Belitung Timur ini mengaku selama ini mengadakan rapat dengan pihak Dirlantas membahas tentang mengatasi pelanggar jalan. Untuk itu, harus dicarikan solusi yang memberikan efek jera bagi pelanggar.

Tambahain comment nya dibawah ya .. ..
makasih..